Kesiswaan

Merah-putih

selamat belajar di smanpai

selamat belajar di smanpai

 

 

 

RUMAH BELAJAR JARDIKNAS Tingkat SMA

Belajar lebih dekat, belajar mengutamakan yang utama sesuai usia dan jenjang sekolah. Silahkan pilih materi pembelajaran anda ( klik link sub judul diatas atau gambar diatas )

INDONESIA  DAN TERORISME.

Para siswa, Indonesia yang strategis baik di pandang dari manapun, perlu kalian sadari sedini mungkin. Hal ini merupakan bekal kalian mengarungi perjalanan sepanjang abad XXI ini.

Pergumulan Internasional beberapa 3 dekade terakhir ini seolah-olah Indonesia seperti bak sampah. Bahkan sebagian orang Indonesia menelan pendapat asing, seperti Indonesia sarang korupsi dan sarang teroris.

Jika kalian menyimak sejarah, bulan SEPTEMBER 1945, maka detik, hari dan bulan itu merupakan pergumulan Indonesia melawan teroris Belanda, Inggris dan Amerika. Upaya mereka mencabik-cabik wilayah Nusantara yang telah bersatu tekat menjadi INDONESIA nampaknya belum pudar. Berbagai cara mereka lakukan untuk mengusai Indonesia. Eksploitasi mereka atas manusia dan kekayaan Alam Indonesia sudah waktunya kita tutup. Indonesia harus melakukan revitalisasi dan restrukturisasi dengan benar atas segala tindakannya. Ke dalam membenahi dan menempatkan orang-orang yang benar-benar CINTA TANAH AIR, CINTA KEBUDAYAAN INDONESIA, CINTA BHINNEKA TUNGGAL IKA. Menempatkan pemimpin yang memiliki watak dan rasa hormat bangsanya yang mampu bersanding dengan bangsa lain. Tentu dengan bangsa yang juga menghargai dan menghormati orang lain. Jadilah bangsa yang benar-benar MERDEKA. MERDEKA BERFIKIR, MERDEKA BERTINDAK DAN MERDEKA MEMBANGUN JATI DIRINYA, Bukan di dekte oleh bangsa lain !!!

Keluar, mampu bersanding dan berunding. Indonesia amat memerlukan pemimpin dan duta-duta bangsa yang dapat meningkatkan percaya diri, harga-diri dan kehormatan bangsa diantara sesama bangsa yang mengakui kedaulatan rakyat dan negara. Mampu menjawab retorika diplomasi jamannya secara utuh, bukan calo dari beberapa perusahaan multinasional untuk memperkaya diri dan keluarganya. Berilah imitasi produktivitas sumberdaya manusia dan bukannya imitasi korupsi dan arogansi.

Kalau di simak justru dari negara-negara baratlah mengalir senjata-senjata mematikan yang menjadi sumber teror. Mereka berteriak tentang Pasar Bebas tapi mereka pula yang membuka praktek-praktek Black Market. Mereka berbohong tentang peristiwa, symbol dan cap pada senjata yang menyebabkan nyawa orang-orang sipil tewas merana. Dan banyak tempat bersejarah di hancurkan untuk menimbulkan rasa takut dimana-mana. Apakah ini bukan teror ?

Kalaulah era Orde Baru sebagai puncaknya korupsi hingga kini. maka lihatlah bagaimana upaya Modal Asing itu masuk ke Indonesia. Sebagian besar rakyat, bahkan juga guru-guru tidak banyak yang tau bagaimana memiliki dan dan bagaimana selembar saham dapat beredar di pasar saham. Jika bangsa ini ingin jadi besar ingatlah usaha presiden BJ Habibie, tetapi beliau rupanya hanya sendirian berjuang agar tiap warga negara dapat memegang saham dan benar-banar mengendalikan bangsa ini di tengah samudera kepentingan negara lain dalam mempertahankan hidup.

Secara parsial mereka telah menempatkan beragam perbedaan internal bangsa Indonesia dikaburkan dalam arus kepentingan berbagai pihak untuk memancing di air keruh. Mereka mengambil keuntungan dari keadaan tersebut sembari berslogan ko-eksistensi. Ke depan mari kita kaji ulang kebijakan luar negeri sehingga kepentingan nasional harus ditempatkan diatas kepentingan suatu bangsa di negeri ini.

2 Balasan ke Kesiswaan

  1. ari berkata:

    kenapa NUPTK n NISN nya ko’ tdk disng pa’?

  2. ulfa berkata:

    u pinter banget cih..! ajarin dong gmna cranya supaya jadi pinter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s