Catatan Kecil – Kabudayaan

Testimoni seperti di bawah ini cermin Manusia Baru Indonesia – Menuju Indonesia Baru.

Ada pertanyaan yang sering pula diajukan kepada saya, “apakah saya terbebani menjadi anak Bung Hatta?” Kalau menyangkut artibut, saya tidak merasakannya karena saya sering pergi ke mana saja tanpa orang tahu, saya anak siapa. Yang penting, bersikap dan berperilaku baik.

Namun, saya memang merasa “terbebani” karena merasa bahwa sebagai pendidik dan antropolog, saya belum bisa memberikan kontribusi yang cukup untuk membuat masyarakat kita hidup cerdas, sesuai cita-cita Bung Hatta. Bukan cerdas otaknya, tetapi cerdas hidupnya, artinya tahu harkat dan martabatnya, tidak rendah diri dan berkarakter kuat. Begitu banyak masyarakat kita, kaya maupun miskin, yang kini masih belum cerdas hidupnya.

Mereka belum tanggap lingkungan, hidup tanpa disiplin diri, dan tidak taat aturan di berbagai lingkungan kehidupan, sebagian lagi berbuat jahat atau kejam karena alasan sepele. Banyak yang kaya raya tetapi belum bisa menyesuaikan perilakunya dengan peralatan canggih yang mereka bisa beli, bahkan menjadi sombong dan egoistis. Sebagian lagi pandai tetapi mudah didikte orang asing karena karakternya lemah.

( DR. MUTIA HATTA di http://forum.um.ac.id/)

Tentang husnan

AQ hanya guru di sma sejak 1985. spesialis sejarah tapi sekarang hijrah di tehnologi informatika. Tantangan gaptek mendorong aku hijrah di T
Pos ini dipublikasikan di News. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s